Minggu, 24 Juli 2016

TATTE KUDASAI



TATTE KUDASAI
UNGKAPAN
“Kite kudasai” digunakan saat meminta sesorang untuk mendengarkan. Contoh:
Tepu o kite kudasai (dengarkanlah kaset!)

“kaite kudasai” digunakan saat meminta seseorang untuk menulis. Contoh:
Noto ni kaite kudasai (tulislah di buku catatan!)
Sakubun o kaite kudasai (tulislah karangan!)

“yonde kudasai” digunakan saat meminta seseorang untuk membaca. Contoh:
Hon o yonde kudasai (bacalah buku!)

“akete kudasai” digunakan saat meminta seseorang untuk membuka halaman buku. Contoh:
Hon o akete kudasai (bukalah buku!)
12 peji o akete kudasai (bukalah halaman 12!)

“itte kudasai” digunakan saat meminta seseorang mengungkapkan. Contoh:
Mo ichido itte kudasai (ungkapkan sekali lagi!)
Okii koe de itte kudasai (ucapkanlah dengan lantang!)

“suwatte kudasai” digunakan saat meminta seseorang untuk duduk. Contoh:
Isu ni suwatte kudasai (duduklah di kursi!)

“kite kudasai” digunakan saat meminta seseorang dating. Contoh:
Mae ni kite kudasai (datanglah ke depan!)

“mite kudasai” digunakan saat meminta seseorang melihat. Contoh:
E o mite kudasai (lihatlah kedepan papan tulis!)

“tatte kudasai” digunakan saat meminta seseorang berdiri. Contoh:
Minasan, tatte kudasai (berdirilah!)

AISATSU



1.       AISATSU
<SALAM>




Catatan
Ohayou gozaimasu, konnichiwa, konbanwa, adalah salam yang hanya di ucapkan saat bertemu dengan seseorang. Oleh karena itu, salam tersebut  tidak dipakai saat berpisah dengan seseorang.
Pada saat berpisah biasanya mengucapkan sayounara. Kemudian pada saat ada rencana untuk bertemu lagi, biasanya mengucapkan dewa mata, mata rai-shu



“Ara” adalah ungkapan yang digunakan ketika menyadari kehadiran seseorang atau menemukan suatu benda (ungkapan ini hanya digunakan oleh perempuan)
“ee” digunakan dalam percakapan sebagai pengganti “hai”
“ohayo” merupakan ungkapan salam yang disingkat dari “ohayo gozaimasu”. “ohayo” hanya digunakan dalam percakapan guru kepada siswa, atasan kepada bawahan, antar teman, atau dalam keluarga.